Cielo Hacker
cielo.forummi.com

©️KasKus team 2010


----------------------------------------------

Selamat datang di dalam forum KasKus.

Semua tentang Internet,Artikel,tutorial,tip-trik,games,dll.
ada di sini

Silahkan REGISTER Dahulu.

----------------------------------------------

Perlu di Ingat bahwa MEMBER diharuskan Login, untuk mengunduh kontent didalam forum, dan untuk melihat image yg ada.

Cielo Hacker

Login

Lupa password?



Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Keywords

Latest topics

You are not connected. Please login or register

Eritroblastosis Fetalis: Resiko Laki-Laki Indonesia Menikah Dengan Wanita Bule

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

M Dimas Radityatama

avatar
Administrator|CH
Administrator|CH
[You must be registered and logged in to see this image.]Eritroblastosis Fetalis: Resiko Laki-Laki Indonesia Menikah Dengan Wanita Bule[You must be registered and logged in to see this image.]

Eritroblastosis fetalis adalah suatu kelainan berupa hemolisis (pecahnya sel darah merah) pada janin yang akan nampak pada bayi yang baru lahir karena perbedaan golongan darah dengan ibunya.

Lho kok bisa? Bisa gan, dibaca aja yang sabar ya

Perbedaan faktor golongan darah ini akan mengakibatkan terbentuknya sistem imun (antibodi) ibu sebagai respon terhadap sel darah bayi yang mengadung suatu antigen. Eritroblastosis fetalis biasanya terjadi apabila bayi bergolongan darah rhesus positif sedangkan ibu bergolongan darah rhesus negatif.
[You must be registered and logged in to see this image.]
perhatikan bahwa eritrosit anak golongan Rh+ digumpalkan oleh antibodi ibu (warna putih) yang bergolongan Rh- ketika dalam kandungan

[You must be registered and logged in to see this image.]Golongan Darah Rhesus[You must be registered and logged in to see this image.]
Eritroblastosis fetalis terjadi apabila seorang laki-laki yang bergolongan darah rhesus positif menikah dengan wanita yang bergolongan darah rhesus negatif, maka anak mereka kemungkinan besar bergolongan darah rhesus positif karena faktor rhesus bersifat dominan secera genetika.
Kasus eritroblastosis fetalis biasanya terjadi pada kehamilan anak kedua dan seterusnya jika semua anak bergolongan rhesus positif.
Pada kehamilan pertama darah janin tidak banyak yang masuk ke dalam sirkulasi darah ibu sehingga tidak terbentuk antibodi pada tubuh ibu, baru pada saat melahirkan darah janin banyak masuk ke dalam sirkulasi darah ibu. Terbentuknya antibodi setelahnya tidak berpengaruh karena bayi sudah terlahir.
Pada kehamilan berikutnya janin dalam keadaan yang lebih berbahaya karena antibodi ibu yang terbentuk setelah proses kelahiran sebelumnya menyerang sel darah janin yang mengadung antigen. Akibatnya sel-sel darah janin mengalami hemolisis (pecah) hebat.
Hemolisis menyebabkan bayi mengalami anemia. Tubuh bayi akan merespon kekurangan sel darah merah ini dengan melepaskan sel darah merah yang masih muda yang disebut eritroblas ke dalam sirkulasi darahnya (makanya disebut eritroblastosis fetalis; fetal = fetus = janin).
Spoiler:
[You must be registered and logged in to see this image.]

[quote]
[You must be registered and logged in to see this image.]Hubungan Dengan Judul[You must be registered and logged in to see this image.]
Orang Asia pada umumnya bergolongan darah rhesus positif, di Indonesia hanya 0,5 % saja yg bergolongan darah rhesus negatif. Berbeda dengan orang bule (Amerika, Eropa, dan Australia) yang lebih banyak bergolongan darah rhesus negatif (15%-18%).
Jadi apabila laki-laki Indonesia yang mayoritas rhesus positif menikah dengan wanita bule yang kemungkinan rhesus negatif, anaknya beresiko mengalami eritroblastosis fetalis

Ah ternyata tak terlalu banyak juga ya gan, jd lega. Tp tetap kudu waspada jg gan
Spoiler:
[You must be registered and logged in to see this image.]

Cara Meminimalisasi Eritroblastosis Fetalis

Apabila diketahui ayah bergolongan rhesus positif dan ibu rhesus negatif, sebaiknya dilakukan pemantauan berkala antibodi yang terbentuk dalam darah ibu. Bila memungkinkan dapat dilakukan amniosintesis atau pengambilan darah janin dari umbilical cord sehingga golongan darah janin dapat diketahui. Apabila ada tanda bahaya dan kehamilan telah berusia 32-34 minggu hendaknya kehamilan segera diakhiri dengan segera melakukan kelahiran.

Lihat profil user http://cielo.forummi.com

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik